Thursday, August 18, 2005

 
T A N T A N G A N


Alkisah, sebuah desa di atas bukit dilanda musim kering enam
tahun berturut-turut. Suasana desa terasa sedih, putus asa, dan
merana. Di tepi desa, tinggal seorang lelaki setengah baya yang
punya tiga anak pria dewasa. Namun semuanya pemalas, tak pernah mau
mencari pekerjaan. Alasannya, di mana-mana susah, karena musim kering
itu. Semua nasihat sang ayah hilang begitu saja. Mereka lebih suka
melamun dan tidur.

Di belakang bukit yang mengelilingi desa itu, ada sebuah desa
sangat subur. Di tengahnya mengalir sungai yang tak pernah kering.
Andai kata ada yang mampu memindahkan gunung, dan mengubah aliran
sungai, desa itu bakal memiliki air cukup, dan tak akan lagi
kekeringan. Namun di desa itu tak ada seorang pun yang berani
berpikir untuk memindahkan sang gunung. Sesuatu yang tak mungkin.

Uniknya, lelaki setengah baya yang tinggal di tepi desa tadi
akhirnya terpanggil untuk menyelesaikan tantangan yang tidak mungkin
itu. Suatu hari, setelah fajar, sang lelaki membulatkan tekadnya. Ia
mengambil pacul dan mulai berjalan ke gunung. Ia bekerja dari subuh
hingga matahari tenggelam, tak kenal lelah. Mencangkul dan mencangkul.

Setelah seminggu ia bekerja, akhirnya anak-anaknya pun mulai
memperhatikan ulah sang ayah. Ketika diceritakan bahwa sang ayah
ingin memindahkan gunung, ketiga anaknya terbahak-bahak. Mereka
menganggap ayahnya gila, dan mau melakukan hal yang tak mungkin. Sang
ayah terdiam saja. Ia terus melanjutkan pekerjaannya dari hari ke
hari. Sebulan kemudian, cerita ini menyebar ke seluruh desa. Sang
lelaki itu kini malah dijuluki gila oleh semua warga desa.

Ketiga anak lelaki itu lama-lama malu dengan olokan warga
desa. Hingga suatu hari mereka memutuskan membantu ayahnya. Setelah
beberapa bulan mereka bekerja, warga desa mulai melihat sebuah lubang
besar di gunung. Tak lama kemudian, seluruh desa ikut bergabung.
Setahun lebih, gunung itu bolong. Air mengalir lewat terowongan. Desa
itu tak pernah lagi garing. "Nothing is impossible." Semuanya
mungkin. JANGAN PERNAH MENGANGGAP REMEH SEBUAH CITA-CITA ATAU ANGAN-
ANGAN. RAHASIANYA, BAGAIMANA MENGUBAH CITA-CITA ITU MENJADI TANTANGAN
NYATA. KALAU SUDAH MENJADI TANTANGAN, PASTI BISA DIKERJAKAN. PASTI
MEMBERIKAN HASIL.

Bahwa cita-cita dan angan-angan hanya akan menjadi lamunan
kosong kalau tidak kita wujudkan menjadi tantangan. Tantangan adalah
sebuah "road map", peta yang melukiskan hal-hal yang harus kita
kerjakan untuk mencapai sebuah prestasi. Cita-cita dan angan-angan
adalah roh. Tantangan adalah tubuh tempat roh bersemayam. Tanpa
tantangan, roh itu hanya akan melayang-layang dan kehilangan
wujudnya. Kalau Anda punya visi, cita-cita, dan angan-angan, jangan
lupa menerjemahkannya menjadi tantangan yang bisa memotivasi
keikutsertaan staff Anda semua.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

mytulip fell at
 10:51 PM  
**fallen angel**

Comments: Post a Comment


Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com